
Tampilkan postingan dengan label hewan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hewan. Tampilkan semua postingan
Kalau kita perhatikan, kedua pahlawan
super itu memiliki kemampuan yang sebenarnya dimiliki dua jenis
binatang, yaitu laba-laba dan burung. Sejak dulu, manusia memang
bermimpi memiliki kelebihan-kelebihan yang sebenarnya merupakan hal yang
lumrah dimiliki para binatang. Kemampuan untuk merayap di dinding
gedung atau terbang bebas ke angkasa seperti rajawali merupakan mimpi
banyak orang untuk melepaskan diri dari cengkraman gaya tarik bumi yang
seolah memaku kaki manusia.
Selain laba-laba atau burung, sebenarnya banyak binatang lain yang memiliki kemampuan unik
dan sangat luar biasa. Apabila ada manusia yang memiliki kemampuan
alamiah binatang tertentu dapat dipastikan kalau manusia itu merupakan
manusia super. Misalnya seekor cheetah yang mampu berlari menempuh jarak
100 m hanya dalam waktu 5,95 detik. Dengan kemampuan berlari cheetah
secepat itu, maka capaian waktu manusia tercepat di dunia saat ini,
Usain Bolt yang menempuh jarak 100 meter dalam waktu 9,58 detik, jadi
sangat memalukan. Berikut kami merangkum 5 hewan yang memiliki
kemampuan akrobatik dan mengagumkan yang ada di dunia.
1. Tupai Terbang

Sepandai-pandainya tupai loncat, pada
akhirnya jatuh juga. Peribahasa itu mungkin tidak berlaku bagi tupai
yang satu ini. Karena tupai ini bujan hanya loncat, tetapi juga melayang
di udara, nyaris seperti terbang. Itulah keistimewaan tupai terbang
atau dalam bahasa Inggris disebut flying squirrel. Tupai ini sebenarnya
memang tidak terbang seperti namanya, tetapi kemampuannya
berpindah-pindah dari pohon yang satu ke pohon yang lain dengan melayang
sangat luar biasa. Kemampuan meluncur di udara itu sangat mengagumkan
bagi mamalia seperti tupai. Bahkan, jarak tempuhnya bisa mencapai 90
meter.
Ternyata keistimewaannya itu didukung
oleh perangkat berupa lapisan kulit di sisi kiri dan kanannya yang
menghubungkan kaki depan dan belakangnya. Sayap ini disokong dengan
anatomi tubuh dan struktur tulang si tupai yang ringan, tetapi kuat.
Saat si mungil ini meregangkan keempat kakinya, lapisan kulit ini pun
terkembang bagai satap parasut yang membuatnya mampu melayang di udara.
Sang tupai mengendalikan arah penerbangannya menggunakan ekornya yang
bagaikan kemudi mampu menuju ke arah yang dikehendakinya.
Gerakan akrobatiknya dilakukan dengan
membuat gerakan nyaris melengkung. Setelah melompat sari satu pohon,
mulanya ia membuat satu tukikan lalu melayang lurus, baru kemudian
gerakannya naik dan mendarat di sasaran. Cakarnya yang tajam langsung
menancap di tempatnya mendarat, membuatnya tidak jatuh dan tetap aman.
2. Ikan Terbang
Binatang lainnya yang tidak lazim berada
di angkasa adalah ikan terbang. Makhluk laut bernama ilmiah
hirundichthys oxycephalus ini, merupakan para perenang cepat yang
handal, menyukai cahaya pada malam hari dan memiliki kemampuan akrobatik
meloncat dari dalam air untuk kemudian meluncur di udara. Jarak
luncurannya tidak main-main, bisa mencapai 200 meter, sehingga
membuatnya mampu melompat naik ke dek kapal. Yang luar biasa, selama
melayang dengan jarak tempuh hingga 200 m, ikan ini mampu menghentikan
fungsi insangnya untuk mengambil napas.
Mekanisme ikan ini bisa terbang juga
sederhana saja, awalnya mereka akan berelaksasi di dalam air hingga
mencapai kecepatan 70 km/jam dibantu oleh kepakan ekor mereka. sekali
mereka melompat di atas di atas air, sirip-siripnya akan mengembang dan
memanfaatkan angin untuk meraih ketinggian. Adakalanya mereka memukulkan
ekornya di permukaan air untuk tetap melompat tinggi dan mengubah arah.
Kemampuan terbang ikan ini terletak pada sirip dadanya yang lebar
sehingga mampu menahannya untuk tetap melayang di udara.
Keistimewaannya itu digunakan untuk
menghindar atau lari dari pemangsa yang memburunya. Namun, para peluncur
ini tetap harus hati-hati, jangan sampai ia terhindar dari sergapan
ikan yang lebih besar, tetapi nahas di udara karena disambar burung
camar atau elang yang menunggu mangsa dari udara. Namun, ancaman
terbesar bagi ikan yang memiliki 40 spesies ini adalah manusia yang
berhasrat besar untuk menangkapnya dan mengambil telurnya yang bernilai
sangat tinggi di pasaran.
3. Elang

Masih berkaitan dengan hewan yang mampu
mengangkasa, kali ini kita membahas penguasa teratas dalam daftar rantai
makanan, elang. Berbeda dengan dua hewan sebelumnya yang hanya memiliki
kemampuan berberapa saat saja menentang gravitas, maka elang
benar-benar dapat terbang dan melayang-layang di udara hingga
berjam-jam.
Sebagai penerbang, elang merupakan
jenis burung yang memiliki kemampuan terbang luar biasa karena
dianugerahi sayap yang lebar dengan bulu-bulu yang tebal, paruh yang
besar dan tajam, serta kuku yang kuat. Selain itu, burung ini juga
memiliki penglihatan tajam untuk melihat mangsa dari jarak yang jauh.
Dengan struktur tubuh seperti itu, elang
memiliki kemampuan terbang jarak jauh. Bahkan ada elang yang mampu
menempuh jarak sejauh 4000 mil dari kawasan Asia Tengah hingga ke
kawasan Afrika. Berat otot burung elang terletak pada pusat
gravitasinya, sayap berukuran besar dan lebar untuk memudahkan aliran
udara menaikkan tubuhnya. Sifat tulang, berat otot dan ukuran sayap yang
unik membuat elang
dengan bobot 7 kg menjadi seringan bulu ketika terbang. Selain itu juga
dapat membuat elang mampu terbang tanpa mengepakkan sayapnya. Sayap baru
dikepakkan biasanya untuk menambah kecepatan terbang, terutama ketika
berburun mangsa. Makanan utamanya hewan mamalia kecil seperti tikus,
tupai, kadal, ikan, ayam, serangga, dan ikan.
Seekor elang peregrine mampu melesat
hingga kecepatan 320 km/jam. Tidak heran kalau burung ini disebut
sebagai hewan tercepat di dunia. Menyaksikan seekor elang menyergap
mangsanya merupakan pemandangan yang spektakuler. Laksana pesawat
tempur, elang melesat dengan kecepatan tinggi menuju mangsanya. Walaupun
kedua sayapnya panjang dan lebar, tetapi hal itu tidak mampu
menghalanginya untuk menyergap mangsa yang berada di rimbunan pepohonan.
Selain itu, sebagian elang juga merupakan pemancing yang lihati karena
bisa langsung menangkap ikan dari dalam air dengan cakarnya yang tajam
dan kuat.
4. Kucing
Dibalik sifat kucing yang manja dan
lembut, kucing merupakan hewan dengan beberapa kelebihan. Salah satunya
adalah kemampuanya dalam melihat di dalam kegelapan. Kucing memang
dianugerahi keistimewaan mampu melihat pada malam hari, karena pada
dasarnya binatang ini merupakan hewan pemangsa yang berburu untuk
memperoleh mangsanya.
Selain itu, kucing adalah hewan dengan
pendengaran yang sangat peka, lebih daripada manusia dan anjing. Anjing
memiliki pendengaran lima kali lebih sensitive dari pada manusia,
sedangkan kucing justru dua kali lebih baik dari pada anjing.
Dalam aksi acrobat, kucing juga tidak
mau kalah. Lihatlah aksinya ketika berjalan di atas atap rumah, kucing
dapat melakukannya dengan santai tanpa rasa takut atau gamang berada di
ketinggian. Gerakannya stabil tidak miring ke kiri atau ke kanan. Kucing
memang memiliki keseimbangan dan koordiansi tubuh yang luar biasa.
Selain itu, ketika terjatuh daru tempat tinggi, kucing akan langsung
membalikkan tubuhnya dan bisa mendarat dengan mulus tanpa mengalami
cedera. Ketika terjatuh, kucing akan menyadari posisinya ketika melayang
dan akan segera memutar tubuh sehingga kakinya berada di bawah untuk
mendarat. Binatang ini juga memiliki teknik khusus ketika mendarat,
yaitu dengan meregangkan kaki dan tubuhnya ke bawah sehingga angin akan
menahan jatuh tubuhnya. Saat bersentuhan dengan tanah, kakinya langsung
ditekuk supaya mengecilkan efek jatuhnya.
Meski demikian, kucing memiliki batas
kemampuan menahan efek jatuh dari ketinggian. Rekor tertinggi kucing
jatuh dari ketinggian adalah gedung berlantai 46. Dari ketinggian ini
kucing dapat bangun dan berjalan dengan agak terpincang.
Rahasia keseimbangan kucing terletak
pada terminal velocitiy, yakni kecepatan jatuh maksimum yang mencapai 60
mil/jam. Saat jatuh, sesuai hukum fisika, kecepatan jatuhnya mencapai
terminal velocity, saat itulah kucing merasa paling rileks dan nyaman,
sehingga mampu meregangkan kakinya untuk mengurangi efek jatuhnya. Itu
sebabnya makin tinggi kucing jatuh, makin ada kesempatan untuk kucing
merasa rileks. Sehingga kalau jatuh dari tempat yang rendah, minimal 5
meter, sang kucing belum sempat mencapai terminal velocity sehingga
efeknya justru akan lebih terasa menyakitkan daripada terjatuh dari
tempat yang lebih tinggi.
Selain memiliki kemampuan mengurangi
efek jatuh, kucing juga punya kemampuan meloncat dari tanah hingga ke
atap rumah. Kehebatan itu terletak pada kedua otot pahanya. Kucing pun
dapat memendekkan dan memanjangkan tulang belakangnya yang tebal dan
longgar.
5. Cicak dan Tokek

Menurut para ahli, ditemukanlah
berjuta-juta bulu-bulu halus di kaki kedua binatang ini. Bulu-bulu halus
panjangnya sekitar 100 mikrometer atau sama dengan lebar dua helai
rambut manusia. sehelai bulu ini bisa mengangkat seekor semut. Di
ujung-ujungnya terdapatnya sedikit 1.000 bantalan-bantalan kecil yang
memungkinkan tokek dan cicak dapat melekat erat di dinding.
Selain itu, kedua jenis binatang ini
juga mempunyai kemampuan lain. Untuk mengelabui musuhnya, cicak dan
tokek memiliki kemampuan autotomi, yaitu memutuskan ekornya untuk
meloloskan diri dari serangan musuh. Ekor tersebut akan bergerak-gerak
untuk mengalihkan perhatian musuh, sementara cicak dan tokek dengan ekor
yang putus akan leluasa untuk meloloskan diri.
2
komentar
1. Ular Panda Pied (Ular Dengan Corak Teruik)

Ular
yang memiliki warna kulit tidak biasa ini sering dikenal dengan “Panda
Pied” karena warnanya yang terlihat seperti panda. Ular ini dijual
sangat mahal, hal itu dikarenakan keunikan genetiknya, Mutasi genetik
ini menyebabkan variasi genetik dari kedua pola dan warna. Saya
mencampur dan mencocokkan" bahan genetik "untuk menghasilkan hewan yang
menakjubkan,” kata Weaver, seperti dikutip dari Daily Mail. Weaver
menambahkan kalau proses perkembangbiakan hewan ini memakan waktu yang
lama hingga menghasilkan hewan yang memiliki warna kulit unik seperti
itu. Ular belang berwarna hitam dan putih ini dijual dengan harga USD
16.000 atau sekira Rp 155 Juta.
2. Ular Phyton (Ular Terpanjang di Dunia)

Seekor
ular Python raksasa berumur delapan tahun, dipelihara oleh Full Moon
Productions di Kansas City, Amerika Serikat. Ular yang mendapatkan
posisinya sebagai ular terpanjang di dunia pada Guinness World Records
2013, ular ini bernama Medusa, memiliki ukuran panjang tubuh 25 kaki
(lebih dari 7 meter). Wikipedia menerangkan, python atau dikenal juga
sebagai sanca kembang, merupakan ular tak berbisa yang berukuran besar.
The Guinness Book of World Records pada 1991 mencatat sanca kembang sepanjang 32 kaki (sekitar 10 meter) sebagai ular yang terpanjang (Murphy and Henderson 1997). Namun yang umum dijumpai adalah ular-ular yang berukuran 5 hingga 8 meter. Sedangkan berat maksimal yang tercatat adalah 158 kg (347.6 lbs). Ular sanca termasuk ular yang berumur panjang dan dapat hidup lebih dari 25 tahun.
The Guinness Book of World Records pada 1991 mencatat sanca kembang sepanjang 32 kaki (sekitar 10 meter) sebagai ular yang terpanjang (Murphy and Henderson 1997). Namun yang umum dijumpai adalah ular-ular yang berukuran 5 hingga 8 meter. Sedangkan berat maksimal yang tercatat adalah 158 kg (347.6 lbs). Ular sanca termasuk ular yang berumur panjang dan dapat hidup lebih dari 25 tahun.
3. Leptotyphlops (Ular Terkecil di Dunia)

Leptotyphlops
adalah genus dari nonvenomous (ular buta) ditemukan di Amerika Utara
dan Selatan, sebagian wilayah Afrika, India, dan barat daya Asia.
panjang ular ini hanya sekitar 10 cm.
4. Black Mamba (Ular Tercepat di Dunia)

Ular
Black Mamba terkenal karena kegesitannya dalam bergerak. Ular ini dapat
bergerak seperti seseorang yang sedang berlari menggunakan sepatu roda.
Kecepatannya bisa mencapai 20 km/jam. Ular ini sangat agresif saat ia
berada dalam situasi yang tidak menyenangkan baginya. Beda dengan King
Cobra yang terlihat defensif jika berada dalam situasi tersebut. Panjang
tubuh seekor Black Mamba yang banyak tersebar di Pulau Afrika ini dapat
mencapai lebih dari 4.5 meter. Ular ini biasa tinggal di pohon-pohon.
Oleh karena itu, banyak orang asli Afrika yang menyebut ular ini sebagai
“Tree Snake“.
5. Ular Pelangi (Ular dengan Warna Terunik)

Ular
pelangi adalah sejenis ular yang termasuk anggota suku Xenopeltidae.
Ular ini diberi nama demikian karena lapisan transparan pada sisiknya
membiaskan warna-warni pelangi dari cahaya matahari. Dalam bahasa
Inggris disebut dengan nama sunbeam snake atau iridescent earth snake.
Sementara nama ilmiahnya adalah Xenopeltis unicolor (Schneider, 1799),
merujuk pada keistimewaan sisik-sisiknya.
Ular pelangi menghuni daerah lembap dan berawa-rawa di sekitar pantai, sungai, persawahan, dan daerah berhutan; di dataran rendah hingga pegunungan di ketinggian sekitar 1300 m dpl (David and Vogel, 1997). Tidak jarang pula ditemukan di sekitar pemukiman, terutama di daerah terbuka dan berumput-rumput yang meliar. Ular ini sering bersembunyi di bawah kayu busuk, bebatuan, tumpukan serasah, atau menggali lubang dalam lumpur, tidak jauh dari air.
Ular pelangi menghuni daerah lembap dan berawa-rawa di sekitar pantai, sungai, persawahan, dan daerah berhutan; di dataran rendah hingga pegunungan di ketinggian sekitar 1300 m dpl (David and Vogel, 1997). Tidak jarang pula ditemukan di sekitar pemukiman, terutama di daerah terbuka dan berumput-rumput yang meliar. Ular ini sering bersembunyi di bawah kayu busuk, bebatuan, tumpukan serasah, atau menggali lubang dalam lumpur, tidak jauh dari air.
6. Inland Taipan (Ular Paling Berbahaya)

Inland
Taipan (Oxyuranus microlepidotus), adalah ular asli Australia dan
merupakan jenis ular tanah paling berbisa di Bumi. Ini adalah jenis ular
taipan dari keluarga Elapidae. Meskipun sangat berbisa,juga sangat
pemalu dan tertutup, dan lebih memilih untuk melarikan diri jika ada
masalah, menggigit hanya jika terancam. setiap rata rata gigitan inland
taipan, dan dapat menyuntikkan sebanyak 110 mg pada suatu waktu. Racun
dari bisanya dua ratus sampai empat ratus kali racun dari ular derik,
dan lima puluh kali lebih beracun daripada seekor ular kobra. Racunnya
adalah neruotoxin yang berpotensi bisa membunuh manusia dewasa dalam 45
menit.
7. Cylindrophis Ruffus (Ular Berkepala Dua)

Ular
kepala-dua adalah sejenis ular primitif yang tidak berbisa. Dinamai
demikian, karena perilakunya manakala merasa terganggu, ular ini
menegakkan ekornya seolah-olah di situlah letak kepalanya pada
kenyataannya kepala yang sesungguhnya disembunyikannya di bawah gulungan
badannya.
Ular ini juga dikenal dengan nama-nama lain seperti, Oray Totog atau Oray Teropong (Sd.), Majara (Toraja), ular Gelenggang, dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris disebut dengan nama Red-tailed Pipe Snake atau Common Pipe Snake, sementara nama ilmiahnya adalah Cylindrophis ruffus.
Ular ini juga dikenal dengan nama-nama lain seperti, Oray Totog atau Oray Teropong (Sd.), Majara (Toraja), ular Gelenggang, dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris disebut dengan nama Red-tailed Pipe Snake atau Common Pipe Snake, sementara nama ilmiahnya adalah Cylindrophis ruffus.
8. Chrysopelea Paradisi ( Ular Terbang)

Jake
Socha dari Universitas Chicago, adalah seorang peneliti yang selama
delapan tahun mengamati sejenis ular yang memiliki kemampuan melayang
seperti burung. Kini ia mengungkapkan ada apa di balik rahasia terbang
ular ular jenis Chrysopelea tersebut. Meski ular terbang tidak memiliki
anggota badan khusus untuk terbang, tapi ular terbang mampu bergerak
dengan mahir di udara. Pertama, ular tersebuta akan meratakan tubuhnya
sehingga menjadi pipih dari bagian kepala hingga ekor.
Ular terbang memiliki bagian tubuh dan ekordan mereka juga memiliki tulang rusuk. Tulang rusuk ini bisa dikembangkan sehingga bentuk tubuhnya menjadi pipih. Aktifitas ini akan membuat tubuh ular mampu untuk meluncur atau melayang secara aerodinamis. Ketika ular mulai melayang, ular akan bergerak dengan pola gelombang dan membentuk huruf S di sepanjang tubuhnya, dengan cara menggerakkan kepalanya dari satu sisi ke sisi lain. Hal ini juga dilakukan agar tubuhnya terjaga hingga tetap sejajar dengan permukaan tanah.
Ular terbang memiliki bagian tubuh dan ekordan mereka juga memiliki tulang rusuk. Tulang rusuk ini bisa dikembangkan sehingga bentuk tubuhnya menjadi pipih. Aktifitas ini akan membuat tubuh ular mampu untuk meluncur atau melayang secara aerodinamis. Ketika ular mulai melayang, ular akan bergerak dengan pola gelombang dan membentuk huruf S di sepanjang tubuhnya, dengan cara menggerakkan kepalanya dari satu sisi ke sisi lain. Hal ini juga dilakukan agar tubuhnya terjaga hingga tetap sejajar dengan permukaan tanah.
1. Semut Martialis Heureka (120 Juta Tahun)

Walaupun
termasuk salah satu hewan tertua di bumi, namun semut ini baru
ditemukan oleh manusia modern pada tahun 2000 lalu di hutan hujan
Amazon, dekat Manaus, Brasil.Semut ini sempat menghebohkan peneliti
karena tak ada matanya, alias buta. Jenis semut yang tanpa mata dan
memiliki warna cream ini merupakan keluarga baru dari Martialinae.Begitu
anehnya semut yang tiada duanya ini, maka dijuluki “Semut dari planet
Mars” atau dalam bahasa latinnya Martialis heureka (“ant from Mars”)
yang kemudian menjadi namanya.Dan sangat mengagumkan, walau tanpa mata
dan hanya dengan mengandalkan kedua sungut antenanya, turunan semut
spesies ini dapat beradaptasi dan bisa bertahan hidup sejak lebih
seratus juta tahun lamanya.
2. Ikan Sturgeon (200 Juta Tahun)

Ikan
jenis Sturgeon adalah nama umum dari 26 spesies ikan dalam keluarga
Acipenseridae, termasuk genus Acipenser, Huso, Scaphirhynchus dan
Pseudoscaphirhynchus.Keluarga dari ikan bertulang tertua ini mempunyai
habitat hidup di sungai, danau dan pantai sub-tropis, iklim sedang dan
sub-arktik. Sturgeon dapat dijumpai di sekitar Amerika Utara.Menurut
para ahli, dulunya kemungkinan ikan ini memiliki tubuh yang besar, namun
dikarenakan evolusi maka menyusut sampai dengan bentuk seperti
sekarang.
3.Horseshoe Shrimp (200 Juta Tahun )

Horseshoe
Shrimp adalah satu-satunya spesies di muka bumi yang tidak mengalami
evolusi atau perubahan bentuk sejak 200 tahun lalu.Dari fosil yang
ditemukan dan bentuknya sekarang, hewan yang bernama latin Cephalocarida
ini juga masih tetap sama.
4. Komodo (40 Juta Tahun)

Komodo
merupakan spesies reptil purba endemik yang hidup semenjak zaman purba.
Evolusi komodo dimulai dengan genus Varanus yang mulai berkembang di
Asia antara 40-25 juta tahun yang lalu. Komodo adalah kerabat dekat dari
dinosaurus. Hal ini dilihat dari ditemukannya fosil-fosil dari jenis
dinosaurus tertentu yang menunjukkan kemiripan struktur tubuh dengan
komodo. Dinosaurus sudah lama punah tetapi Komodo sampai sekarang masih
ada.
Komodo disebut sebagai Dinosaurus terakhir di dunia. Hewan satu masa dengan dinosaurus ini dikenal sebagai kadal karnivora namun mereka juga hewan kanibal karena kadang mereka memangsa anak-anak mereka. Komodo (Varanus komodoensis) adalah jenis kadal terbesar. Tercatat Komodo terbesar yang pernah ada memiliki panjang 3,13 meter dan berat 166 kilogram. Komodo dapat ditemukan di Pulau Komodo dan pulau-pulau kecil di sekitarnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Habitat asli Komodo hanya bisa ditemukan di kepulauan Indonesia ini dan tidak ada di belahan dunia lain.
Komodo disebut sebagai Dinosaurus terakhir di dunia. Hewan satu masa dengan dinosaurus ini dikenal sebagai kadal karnivora namun mereka juga hewan kanibal karena kadang mereka memangsa anak-anak mereka. Komodo (Varanus komodoensis) adalah jenis kadal terbesar. Tercatat Komodo terbesar yang pernah ada memiliki panjang 3,13 meter dan berat 166 kilogram. Komodo dapat ditemukan di Pulau Komodo dan pulau-pulau kecil di sekitarnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Habitat asli Komodo hanya bisa ditemukan di kepulauan Indonesia ini dan tidak ada di belahan dunia lain.
5. Coelacanth Atau Ikan Raja Laut (360 Juta Tahun)

Kata
Coelacanth diambil dari bahasa Yunani yang berarti duri berongga.
Walaupun sedikit, namun sampai sekarang ikan ini masih hidup di
Indonesia, Kenya, Tanzania, Mozambik, Madagaskar dan Afrika
Selatan.Menurut penjelasan di Wikipedia, Coelacanth memiliki sekitar 120
spesies yang diketahui berdasarkan fosilnya.
6. Horseshoe Crab Atau Belangas (445 Juta Tahun)

Diyakini
bahwa hewan ini mulai muncul sejak periode Ordovician atau periode
Paleozoikum. Dan menurut para ahli, horseshoe crab jauh lebih mendekati
keluarga kalajengking dibandingkan keluarga dari kepiting.Selain itu,
para ahli juga memberikan kesimpulan bahwa Belangas adalah hewan yang
memiliki umur lebih tua daripada dinosaurus tertua. Hewan ini dapat
hidup di air dan di darat.
7. Nautilus (500 Juta Tahun)

Nautilus
disebut juga living fossil atau fosil hidup karena banyak arkeolog yang
menemukan fosil hewan ini di bebatuan, namun sampai sekarang Nautilus
masih dapat ditemui di perairan Indo-Pasifik.Menurut para ahli, di era
dinosaurus, hewan ini memiliki beragam varian, dikarenakan banyak
faktor, sekarang ini silsilah keluarga Nautilus yang tersisa hanya
cephalopoda atau cumi-cumi saja.
Ulat bulu memang paling dihindari oleh manusia, selain beberapa jenis
bisa membuat badan gatal-gatal, juga menjadi hama bagi tanaman produksi.
Ulat bulu mana saja yang masuk kategori berbahaya? Berikut daftarnya:
1. The Saddleback Caterpillar

Ulat yang cantik, tapi hati-hati jika terkena racunnya bisa menimbulkan gejala pembengkakan, rasa mual dan ruam selama berhari-hari. Ulat ini tergolong rakus dan memakan segala jenis tanaman. Terdapat di taman, pot bunga, kebun dll
2. The Cinnabar Moth Caterpillar

Tergolong ulat yang rakus, tetapi jika dia kehabisan bahan makanan maka yg terjadi adalah saling kanibalisme antara sesama ulat.
Untuk mempertahankan hidup ulat ini dibekali senjata racun yang cukup mematikan bagi mangsanya. Kalau tersentuh manusia maka racun tersebut membuat kita gatal dan ruam sekujur tubuh
3. The Monarch Caterpillar

Penampilannya lucu, berwarna kuning bergaris hitam dan putih. Jika ulat ini sudah menetas, tidak terlihat secara kasat mata karena ukurannya begitu kecil.
Ulat ini tumbuh sangat cepat, ia memiliki panjang rata-rata 2 inch (sekitar 5 cm). Jika sudah menjadi kupu-kupu, Monarch Caterpillar sangat cantik dan indah
4. The Gypsy Moth Caterpillar

Ciri khas dari jenis ulat ini adalah memiliki bulu yang banyak di kepalanya, dan uniknya di badan ulat tersebut hanya sedikit ditumbuhi rambut. Rambut tersebut dapat menyebabkan nyeri dan dermatitis bagi orang yang bersentuhan.
Mereka sangat menyukai beberapa jenis daun yaitu mapple, pohon elm dan ek. Ulat ini bisa juga menyebabkan pohon menjadi mati
5. The Bag Shelter Caterpillar

Diantara semua jenis ulat lainnya, ulat ini sangat beracun dan berbahaya ,bisa mengakibatkan kematian pada manusia. Gejala awal sesak napas dan ruam disekujur tubuh. Ulat ini memakan daun, dan keluar pada malam hari.
6. The Puss Caterpillar

Ulat paling beracun di Amerika Utara adalah Slug Caterpillar Puss atau Woolly. Jangan tertipu oleh penampilan bola berbulu yang kapas karena akan melepaskan asam pada apa pun yang menyentuh dan sarat dengan duri beracun di seluruh tubuhnya. Gejala dari sengatan bisa bertahan beberapa hari dan termasuk sakit kepala, mual dan muntah. Terdapat di pohon jeruk, elm dan ek.
7. The Stinging Rose Caterpillar

Panjangnya kurang dari satu inci. Spesies ini memiliki bulu-bulu berduri dengan kelenjar racun. Bila menyentuh bulu berduri tersebut, maka racunnya langsung masuk tubuh dan menyebabkan ruam kulit serta reaksi hipersensitif. Ulat ini dapat ditemukan pada tanaman berkayu seperti dogwood, maple, oak, cherry, apel, poplar dan hickory.
8. The Hickory Tussock Caterpillar

Racun dari ulat bulu jenis ini berlangsung ketika terjadi kontak dengan rambut atau duri dan menyebabkan ruam kulit atau hipersensitivitas.
Hickory Tussock umumnya terlihat dari bulan Juni sampai September dan dapat ditemukan di Kanada bagian selatan atau Amerika Utara.
9. The Io Moth Caterpillar

Dua jenis racun yang dilepaskan dari punggung ulat jenis ini mengakibatkan rasa terbakar dan peradangan. Mereka memakan banyak pohon dan semak-semak termasuk willow, mapel, elm, oak, holly, aspen, belalang, ceri, pir dan sassafras.
Spesies ini dapat ditemukan di alam terbuka, padang rumput hutan dan ladang jagung dari Februari hingga September.
10. The Spinny Oak Slug Caterpillar

Ulat ini warnanya indah dan memiliki panjang kurang satu inch. Racun yang dikeluarkan oleh duri dapat menyebabkan reaksi yang parah. Ulat ini suka makan kurma, willow, abu, oak, hackberry dan kastanye bersama dengan pohon-pohon lain dan tanaman berkayu yang lebih kecil.
Spesies ini dapat ditemukan di hutan dari selatan Quebec untuk Maine dan selatan melalui Missouri, Texas dan Florida.
1. The Saddleback Caterpillar

Ulat yang cantik, tapi hati-hati jika terkena racunnya bisa menimbulkan gejala pembengkakan, rasa mual dan ruam selama berhari-hari. Ulat ini tergolong rakus dan memakan segala jenis tanaman. Terdapat di taman, pot bunga, kebun dll
2. The Cinnabar Moth Caterpillar

Tergolong ulat yang rakus, tetapi jika dia kehabisan bahan makanan maka yg terjadi adalah saling kanibalisme antara sesama ulat.
Untuk mempertahankan hidup ulat ini dibekali senjata racun yang cukup mematikan bagi mangsanya. Kalau tersentuh manusia maka racun tersebut membuat kita gatal dan ruam sekujur tubuh
3. The Monarch Caterpillar

Penampilannya lucu, berwarna kuning bergaris hitam dan putih. Jika ulat ini sudah menetas, tidak terlihat secara kasat mata karena ukurannya begitu kecil.
Ulat ini tumbuh sangat cepat, ia memiliki panjang rata-rata 2 inch (sekitar 5 cm). Jika sudah menjadi kupu-kupu, Monarch Caterpillar sangat cantik dan indah
4. The Gypsy Moth Caterpillar

Ciri khas dari jenis ulat ini adalah memiliki bulu yang banyak di kepalanya, dan uniknya di badan ulat tersebut hanya sedikit ditumbuhi rambut. Rambut tersebut dapat menyebabkan nyeri dan dermatitis bagi orang yang bersentuhan.
Mereka sangat menyukai beberapa jenis daun yaitu mapple, pohon elm dan ek. Ulat ini bisa juga menyebabkan pohon menjadi mati
5. The Bag Shelter Caterpillar

Diantara semua jenis ulat lainnya, ulat ini sangat beracun dan berbahaya ,bisa mengakibatkan kematian pada manusia. Gejala awal sesak napas dan ruam disekujur tubuh. Ulat ini memakan daun, dan keluar pada malam hari.
6. The Puss Caterpillar

Ulat paling beracun di Amerika Utara adalah Slug Caterpillar Puss atau Woolly. Jangan tertipu oleh penampilan bola berbulu yang kapas karena akan melepaskan asam pada apa pun yang menyentuh dan sarat dengan duri beracun di seluruh tubuhnya. Gejala dari sengatan bisa bertahan beberapa hari dan termasuk sakit kepala, mual dan muntah. Terdapat di pohon jeruk, elm dan ek.
7. The Stinging Rose Caterpillar

Panjangnya kurang dari satu inci. Spesies ini memiliki bulu-bulu berduri dengan kelenjar racun. Bila menyentuh bulu berduri tersebut, maka racunnya langsung masuk tubuh dan menyebabkan ruam kulit serta reaksi hipersensitif. Ulat ini dapat ditemukan pada tanaman berkayu seperti dogwood, maple, oak, cherry, apel, poplar dan hickory.
8. The Hickory Tussock Caterpillar

Racun dari ulat bulu jenis ini berlangsung ketika terjadi kontak dengan rambut atau duri dan menyebabkan ruam kulit atau hipersensitivitas.
Hickory Tussock umumnya terlihat dari bulan Juni sampai September dan dapat ditemukan di Kanada bagian selatan atau Amerika Utara.
9. The Io Moth Caterpillar

Dua jenis racun yang dilepaskan dari punggung ulat jenis ini mengakibatkan rasa terbakar dan peradangan. Mereka memakan banyak pohon dan semak-semak termasuk willow, mapel, elm, oak, holly, aspen, belalang, ceri, pir dan sassafras.
Spesies ini dapat ditemukan di alam terbuka, padang rumput hutan dan ladang jagung dari Februari hingga September.
10. The Spinny Oak Slug Caterpillar

Ulat ini warnanya indah dan memiliki panjang kurang satu inch. Racun yang dikeluarkan oleh duri dapat menyebabkan reaksi yang parah. Ulat ini suka makan kurma, willow, abu, oak, hackberry dan kastanye bersama dengan pohon-pohon lain dan tanaman berkayu yang lebih kecil.
Spesies ini dapat ditemukan di hutan dari selatan Quebec untuk Maine dan selatan melalui Missouri, Texas dan Florida.
Manusia adalah mahluk pemakan segalanya apapun yang bisa dimakan
pasti akan dimakan oleh manusia mulai dari yang masih mentah hingga yang
sudah dimasak.
Nah pastinya kamu tidak membayangkan ya seperti apa rasanya memakan hewan yang masih hidup, nah berikut ini ada beberapa hewan yang dimakan manusia dalam kondisi hidup hidup.
1. Sannakji
Sannakji
merupakan makanan khas korea yang meyajikan gurita yang masih setengah
hidup untuk dimakan manusia, dengan campuran beberapa bumbu membuat
gurita hidup ini menjadi sangat enak dimakan, yang menjadi sensasi dar
makanan Sannakji adalah ketika dimakan biasa tentakel gurita akan
begerak gerak di dalam.Nah pastinya kamu tidak membayangkan ya seperti apa rasanya memakan hewan yang masih hidup, nah berikut ini ada beberapa hewan yang dimakan manusia dalam kondisi hidup hidup.
1. Sannakji
2. Tiram

Tiram
salah satu hewan yang biasa dimakan hidup hidup oleh manusia, alasan
manusia memakan tiram hidup hidup adalah sebab hewan ini lebih cepat
membusuk ketika sudah mati, walaupun dimakan hidup ternyata tiram yang
dicampur dengan sedikit saus memiliki rasa yang sangat enak.
3. Landak laut atau bulu babi

Landak
laut atau bulu babai ternyata sangat lezat ketika dimakan dalam keadaan
hidup, nah inilah kenapa banyak orang memilih memakan landak laut
mentah mentah. Cara memakannya pun cukup mudah setelah di buka
cangkangnya isi bagian dalam landak laut langsung bisa dimakan.
4. Odori Ebi

Odori
Ebi adalah jenis sashimi yang berisi bayi udang. Udang biasanya
dicelupkan ke dalam sake, minuman beralkohol khas Jepang, untuk membuat
mereka jadi mabuk sehingga lebih mudah dimakan. Hidangan Odori Ebi
dibanderol cukup mahal karena untuk menu udang hidup harus disiapkan
dengan cepat dan terampil.
5. Udang mabuk

Makanan
udang mabuk ini hampir sama dengan Odori Ebi namun makanan ini berasal
dari China, Udang udang yang disajikan dalam menu makanan ini biasa
dibikin matang namun banyak juga yang menyukainya dalam keadaan hidup
namun udang udang yang mau dimakan di bikin mabuk dulu dengan dicelupkan
kedalam alkohol sekitar 40-60 persen
Setiap pulau memiliki ekosistem alami yang khas dan unik.
Meskipun dapat saja terjadi ketidak seimbangan ekosistem ketika
bermunculan spesies asing dan baru, yang seharusnya tidak pernah ada di
pulau tersebut. Ketidak seimbangan tersebut bisa terjadi akibat tidak
sengaja dan sengaja, atau ketidaktahuan manusia di sekelilingnya.
Seperti banyaknya predator yang diburu, hewan asing peliharaan yang
terlepas. Sehingga di pulau tersebut terdapat hewan yang mendominasi
ekosistem. Berikut kami merangkum 5 pulau yang dihuni hewan:
1. Kelinci di Okunoshima, Jepang
Okunashima merupakan salah satu pulau
kecil yang terdapat di Laut Jepang, Kota Takehara, Perfektur Hiroshima.
Untuk mencapai Pulau Okuna kita bisa menggunakan feri dari Tadanoumi dan
Omushima. Yang unik dari
Pulau Okuna adalah penghuninya yang didominasi oleh kelinci, maka tak
heran jika Okuna dikenal pula dengan sebutan Usagi Shima (Pulau
Kelinci). Dikabarkan Pulau Okuna yang memiliki luas 700 m2 dihuni lebih
dari 300 ekor kelinci.
Dominasi kelinci di Pulau Okuna diawali
dengan pembangunan sebuah taman yang dikerjakan setelah Perang Dunia II.
Ketika itu Okuna dijadikan sebagai laboratorium penelitian, dan kelinci
merupakan hewan yang digunakan sebagai alat percobaan. Dikabarkan pada
Perang Dunia II Jepang berusaha untuk memiliki senjata kimia yang
mematikan. Namun setelah peperangan usai, laboratorium, pabrik dan
kelinci yang ada di Pulau Okuna pun dihancurkan. Meski demikian saat ini
banyak kelinci yang berkeliaran di Okuna.
Ayam dibawa pertama kali ke Kepulauan
Hawaii yakni ketika terjadi kolonialisasi yang dilakukan oleh
orang-orang Polinesia 2.000 tahun yang lalu. Bangsa Polinesia memelihara
dan mengembangbiakan ayam untuk dijadikan sumber makanan. Meski
demikian keberadaan ayam di Pulau Kaua’i sangat mendominasi, unggas
tersebut mudah dijumpai hampir di berbagai tempat. Selain itu di Pulau
Kaua’i tidak banyak terdapat hewan predator yang mampu memangsa ayam.
Sementara di Pulau Natal (Christmas Island) keberadaan kepiting sangatlat mendominasi. Kepiting Merah yang dikenal dengan Gecarcoidea natalais,
merupakan hewan crustacea endemis yang menghuni Pulau Natal dan Coco di
Samudera India. Dikabarkan di Pulau Natal saja terdapat sekitar 43,7
juta kepiting dewasa, sebuah angka yang luar biasa untuk mendominasi
ekosistem sebuah pulau. Namun berangsur-angsur menyusut ketika
diperkenalkan Semut ‘Gila’ berwarna kuning untuk mengendalikan
populasinya. Kepiting merah Pulau Natal bertahan hidup dengan memakan
dedaunan yang berjatuhan, namun pada saat tertentu mereka bisa menjadi
kanibal ataupun memangsa hewan lain.
Gouh merupakan sebuah pulau yang
berbentuk persegi empat, secara keseluruhan luasnya mencapai 91 Km2
dengan ketinggian 900 m di atas permukaan laut. uniknya mahluk hidup
yang mendominasi pulau koloni Inggris ini adalah tikus. Mahluk pengerat
tersebut dikabarkan berasal dari kapal-kapal yang berlabuh di Pulau
Gough sejak tahun 1505. Bahkan saat ini ukuran tikus di Pulau Gough tiga
kali lebih besar daripada kerabat mereka di Inggris. Bahkan beratnya
mampu lebih dari 10 kg, dengan tinggi (jika berdiri) sekitar 1 meter.
Dengan pertumbuhan fisik demikian besar,
hampir tidak ada hewan predator yang mau memangsa mereka. Meski
demikian untuk bertahan hidup mereka harus memangsa burung ataupun ayam
dengan menggunakan cakar dan gigitannya. Berdasarkan penelitian yang
dilakukan oleh RSPB, terdapat 700.000 tikus di Pulau Gough.
Jika Anda berpetualang di berbagai
wilayah hutan di kawasan Guam, jangan heran jika menemui banyak
laba-laba. Pulau yang berjarak 3.800 mil dari Hawaii ini merupakan rumah
bagi ribuan laba – laba. Mereka hidup mendominasi dan bertahan hidup
dengan memakan burung, telur burung dan ular pohon yang ada di
hutan-hutan Guam. Bahkan laba-laba di Guam dijadikan kambing hitam atas
berkurangnya populasi burung di kawasan Pasifik oleh para ahli biologi.
Cacing merupakan hewan melata yang kadang kala bentuk cacing
sangat menjijikkan,dan ada pula yang berbahaya.Jenis cacing berbahaya
yang harus kita hindari antara lain adalah jenis cacing Parasit.Cacing
ini di golongkan cacing berbahaya karena mereka akan makan dari mahluk
apa saja yang di hinggapinya termasuk manusia.Berikut ini kita akan mengulas info tentang Jenis Cacing Terganas Di Dunia :
1. Necator americanus & Ancylostoma duodenale
1. Necator americanus & Ancylostoma duodenale

Cacing tambang parasit adalah cacing parasit (nematoda) yang hidup pada usus kecil inangnya, manusia. Ada dua spesies cacing tambang yang biasa menyerang manusia, Ancylostoma duodenale dan Necator americanus. Necator americanus banyak ditemukan di Amerika, Sub-Sahara Afrika, Asia Tenggara, Tiongkok, and Indonesia, sementara A. duodenale lebih banyak di Timur Tengah, Afrika Utara, India, dan Eropa bagian selatan. Sekitar seperempat penduduk dunia terinfeksi oleh cacing tambang. Infeksi paling sering ditemukan di daerah yang hangat dan lembab, dengan tingkat kebersihan yang buruk. bentuk infektif dari cacing tersebut adalah bentuk filariform. Setelah cacing tersebut menetas dari telurnya, muncullah larva rhabditiform yang kemudian akan berkembang menjadi larva filarifor. Vampir haus minuman ini begitu banyak menghisap darah merah mengakibatkan adanya risiko serius anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi. Ruam, mual dan diare adalah salah satu gejala yang terinfeksi oleh cacing tambang.
2. Ascaris
Sepupu yang lebih besar dari cacing tambang(hookworm), Ascaris adalah
cacing berukuran raksasa yang dapat mencapai sepanjang 40 cm, sedikit
lebih besar 1cm. Faktanya, 25% persen dari penduduk dunia terinfeksi
tentu saja tidak membuatnya lebih diterima di perut kita. Sakit, demam,
dan berat infestasi dengan membunuh penyumbatan usus parah hingga 20.000
orang per tahun.
Larva ascaris sangat lah kecl dan dapat menembus kulit, namun biasanya ascaris ini masuk kedalam tubuh lewat makanan yang kotor. Ascaris dapat bertelur sebnyak 100 ribu perhari.
Larva ascaris sangat lah kecl dan dapat menembus kulit, namun biasanya ascaris ini masuk kedalam tubuh lewat makanan yang kotor. Ascaris dapat bertelur sebnyak 100 ribu perhari.
Polisi
mengimbau agar masyarakat berhati-hati saat membeli hewan peliharaan.
Bisa jadi, binatang yang dibeli adalah salah satu hewan yang dilindungi
negara. Ancaman pidana bisa menanti Anda.
“Kadang kita masih keliru, pengen kelihatan wah, main beli saja. Orang banyak yang tidak tahu persis ada beberapa binatang yang dilindungi,” kata Kasubdit Tipiter Bareskrim Polri Kombes Luki Arliansyah, Senin (10/6/2013).
Luki juga memberi pesan agar masyarakat mempelajari jenis hewan yang akan dipelihara. Termasuk kesehatan dan status kepemilikannya. Bila membeli hewan yang diawetkan pun perlu tetap waspada.
“Karena ini bisa menimpa siapa saja. Masyarakat harus peduli soal ini,” imbuhnya.
Bentuk kepedulian yang bisa dilakukan adalah dengan melaporkan ke polisi atau BKSDA setempat bila menemukan ada tetangga yang memelihara hewan liar. Toko-toko yang menjual hewan peliharaan langka pun bisa diawasi.
“Yang harus kita sadari, tiap negara berbeda aturannya soal hewan langka. Ada yang secara internasional langka, ada yang beberapa ada tidak. Artinya kita untuk masyarakat Indonesia, harus saling menjaga,” ungkapnya.
Luki dan jajarannya baru saja menangkap oknum polisi khusus BKSDA DKI, berinisial MHF, yang menjual satwa liar, elang Jawa dan dua pasang kukang dengan nilai Rp 10 juta. Dia dijerat dengan pasal UU Kelestarian Lingkungan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.
Dalam Undang-Undang RI No 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya diatur larangan perjualbelian hewan langka. Dalam pasal 40 ayat (2), jika melanggar Pasal 21 ayat (1) dan ayat (2) serta Pasal 33 ayat (3) dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).
Aturan itu kemudian diperjelas dalam PP No 7 Tahun 1999. Lampiran
dalam PP itu memuat nama hewan dan nama latinnya yang dilarang untuk
dijual.“Kadang kita masih keliru, pengen kelihatan wah, main beli saja. Orang banyak yang tidak tahu persis ada beberapa binatang yang dilindungi,” kata Kasubdit Tipiter Bareskrim Polri Kombes Luki Arliansyah, Senin (10/6/2013).
Luki juga memberi pesan agar masyarakat mempelajari jenis hewan yang akan dipelihara. Termasuk kesehatan dan status kepemilikannya. Bila membeli hewan yang diawetkan pun perlu tetap waspada.
“Karena ini bisa menimpa siapa saja. Masyarakat harus peduli soal ini,” imbuhnya.
Bentuk kepedulian yang bisa dilakukan adalah dengan melaporkan ke polisi atau BKSDA setempat bila menemukan ada tetangga yang memelihara hewan liar. Toko-toko yang menjual hewan peliharaan langka pun bisa diawasi.
“Yang harus kita sadari, tiap negara berbeda aturannya soal hewan langka. Ada yang secara internasional langka, ada yang beberapa ada tidak. Artinya kita untuk masyarakat Indonesia, harus saling menjaga,” ungkapnya.
Luki dan jajarannya baru saja menangkap oknum polisi khusus BKSDA DKI, berinisial MHF, yang menjual satwa liar, elang Jawa dan dua pasang kukang dengan nilai Rp 10 juta. Dia dijerat dengan pasal UU Kelestarian Lingkungan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.
Dalam Undang-Undang RI No 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya diatur larangan perjualbelian hewan langka. Dalam pasal 40 ayat (2), jika melanggar Pasal 21 ayat (1) dan ayat (2) serta Pasal 33 ayat (3) dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).
Berikut daftar hewan-hewan langka yang dilarang untuk diperjualbelikan:
I. Mamalia
1 Anoa depressicornis; Anoa dataran rendah, Kerbau pendek
2 Anoa quarlesi; Anoa pegunungan
3 Arctictis binturong; Binturung
4 Arctonyx collaris; Pulusan
5 Babyrousa babyrussa; Babirusa
6 Balaenoptera musculus; Paus biru
7 Balaenoptera physalus; Paus bersirip
8 Bos sondaicus; Banteng
9 Capricornis sumatrensis; Kambing Sumatera
10 Cervus kuhli; Axis kuhli Rusa Bawean
11 Cervus spp; Menjangan, Rusa sambar (semua jenis dari genus Cervus)
12 Cetacea; Paus (semua jenis dari famili Cetacea)
13 Cuon alpinus; Ajag
14 Cynocephalus variegatus; Kubung, Tando, Walangkekes
15 Cynogale bennetti; Musang air
16 Cynopithecus niger; Monyet hitam Sulawesi
17 Dendrolagus spp.; Kanguru pohon (semua jenis dari genus Dendrolagus)
18 Dicerorhinus sumatrensis; Badak Sumatera
19 Dolphinidae; Lumba-lumba air laut (semua jenis dari famili Dolphinidae)
20 Dugong dugon; Duyung
21 Elephas indicus; Gajah
22 Felis badia; Kucing merah
23 Felis bengalensis; Kucing hutan, Meong congkok
24 Felis marmorota; Kuwuk
25 Felis planiceps; Kucing dampak
26 Felis temmincki; Kucing emas
27 Felis viverrinus; Kucing bakau
28 Helarctos malayanus; Beruang madu
29 Hylobatidae; Owa, Kera tak berbuntut (semua jenis dari famili Hylobatidae)
30 Hystrix brachyura; Landak
31 Iomys horsfieldi; Bajing terbang ekor merah
32 Lariscus hosei; Bajing tanah bergaris
33 Lariscus insignis; Bajing tanah, Tupai tanah
34 Lutra lutra; Lutra
35 Lutra sumatrana; Lutra Sumatera
36 Macaca brunnescens; Monyet Sulawesi
37 Macaca maura; Monyet Sulawesi
38 Macaca pagensis; Bokoi, Beruk Mentawai
39 Macaca tonkeana; Monyet jambul
40 Macrogalidea musschenbroeki; Musang Sulawesi
41 Manis javanica; Trenggiling, Peusing
42 Megaptera novaeangliae; Paus bongkok
43 Muntiacus muntjak; Kidang, Muncak
44 Mydaus javanensis; Sigung
45 Nasalis larvatus; Kahau, Bekantan
46 Neofelis nebulusa; Harimau dahan
47 Nesolagus netscheri; Kelinci Sumatera
48 Nycticebus coucang; Malu-malu
49 Orcaella brevirostris; Lumba-lumba air tawar, Pesut
50 Panthera pardus; Macan kumbang, Macan tutul
51 Panthera tigris sondaica; Harimau Jawa
52 Panthera tigris sumatrae; Harimau Sumatera
53 Petaurista elegans; Cukbo, Bajing terbang
54 Phalanger spp.; Kuskus (semua jenis dari genus Phalanger)
55 Pongo pygmaeus; Orang utan, Mawas
56 Presbitys frontata; Lutung dahi putih
57 Presbitys rubicunda; Lutung merah, Kelasi
58 Presbitys aygula; Surili
59 Presbitys potenziani; Joja, Lutung Mentawai
60 Presbitys thomasi; Rungka
61 Prionodon linsang; Musang congkok
62 Prochidna bruijni; Landak Irian, Landak semut
63 Ratufa bicolor; Jelarang
64 Rhinoceros sondaicus; Badak Jawa
65 Simias concolor; Simpei Mentawai
66 Tapirus indicus; Tapir, Cipan, Tenuk
67 Tarsius spp.; Binatang hantu, Singapuar (semua jenis dari genus Tarsius)
68 Thylogale spp.; Kanguru tanah (semua jenis dari genus Thylogale)
69 Tragulus spp.; Kancil, Pelanduk, Napu (semua jenis dari genus Tragulus)
70 Ziphiidae; Lumba-lumba air laut (semua jenis dari famili Ziphiidae)
II. AVES (Burung)
71 Accipitridae; Burung alap-alap, Elang (semua jenis dari famili Accipitridae)
72 Aethopyga exima; Jantingan gunung
73 Aethopyga duyvenbodei; Burung madu Sangihe
74 Alcedinidae; Burung udang, Raja udang (semua jenis dari famili Alcedinidae)
75 Alcippe pyrrhoptera; Brencet wergan
76 Anhinga melanogaster; Pecuk ular
77 Aramidopsis plateni; Mandar Sulawesi
78 Argusianus argus; Kuau
79 Bubulcus ibis; Kuntul, Bangau putih
80 Bucerotidae; Julang, Enggang, Rangkong, Kangkareng (semua jenis dari famili Bucerotidae)
81 Cacatua galerita; Kakatua putih besar jambul kuning
82 Cacatua goffini; Kakatua gofin
83 Cacatua moluccensis; Kakatua Seram
84 Cacatua sulphurea; Kakatua kecil jambul kuning
85 Cairina scutulata; Itik liar
86 Caloenas nicobarica; Junai, Burung mas, Minata
87 Casuarius bennetti; Kasuari kecil
88 Casuarius casuarius; Kasuari
89 Casuarius unappenddiculatus; Kasuari gelambir satu, Kasuari leher kuning
90 Ciconia episcopus; Bangau hitam, Sandanglawe
91 Colluricincla megarhyncha; Burung sohabe coklat
92 Crocias albonotatus; Burung matahari
93 Ducula whartoni; Pergam raja
94 Egretta sacra; Kuntul karang
95 Egretta spp.; Kuntul, Bangau putih (semua jenis dari genus Egretta)
96 Elanus caerulleus; Alap-alap putih, Alap-alap tikus
97 Elanus hypoleucus Alap-alap putih, Alap-alap tikus
98 Eos histrio; Nuri Sangir
99 Esacus magnirostris; Wili-wili, Uar, Bebek laut
100 Eutrichomyias rowleyi; Seriwang Sangihe
101 Falconidae; Burung alap-alap, Elang (semua jenis dari famili Falconidae)
102 Fregeta andrewsi; Burung gunting, Bintayung
103 Garrulax rufifrons; Burung kuda
104 Goura spp.; Burung dara mahkota, Burung titi, Mambruk (semua jenis dari genus Goura)
105 Gracula religiosa mertensi; Beo Flores
106 Gracula religiosa robusta; Beo Nias
107 Gracula religiosa venerata; Beo Sumbawa
108 Grus spp.; Jenjang (semua jenis dari genus Grus)
109 Himantopus himantopus; Trulek lidi, Lilimo
110 Ibis cinereus; Bluwok, Walangkadak
111 Ibis leucocephala; Bluwok berwarna
112 Lorius roratus; Bayan
113 Leptoptilos javanicus; Marabu, Bangau tongtong
114 Leucopsar rothschildi; Jalak Bali
115 Limnodromus semipalmatus; Blekek Asia
116 Lophozosterops javanica; Burung kacamata leher abu-abu
117 Lophura bulweri; Beleang ekor putih
118 Loriculus catamene; Serindit Sangihe
119 Loriculus exilis; Serindit Sulawesi
120 Lorius domicellus; Nori merah kepala hitam
121 Macrocephalon maleo; Burung maleo
122 Megalaima armillaris; Cangcarang
123 Megalaima corvina Haruku, Ketuk-ketuk
124 Megalaima javensis Tulung tumpuk, Bultok Jawa
125 Megapoddidae Maleo, Burung gosong (semua jenis dari famili Megapododae)
126 Megapodius reintwardtii Burung gosong
127 Meliphagidae Burung sesap, Pengisap madu (semua jenis dari famili Meliphagidae)
128 Musciscapa ruecki Burung kipas biru
129 Mycteria cinerea Bangau putih susu, Bluwok
130 Nectariniidae Burung madu, Jantingan, Klaces (semua jenis dari famili Nectariniidae)
131 Numenius spp. Gagajahan (semua jenis dari genus Numenius)
132 Nycticorax caledonicus Kowak merah
133 Otus migicus beccarii Burung hantu Biak
134 Pandionidae Burung alap-alap, Elang (semua jenis dari famili Pandionidae)
135 Paradiseidae Burung cendrawasih (semua jenis dari famili Paradiseidae)
136 Pavo muticus Burung merak
137 Pelecanidae Gangsa laut (semua jenis dari famili Pelecanidae)
138 Pittidae Burung paok, Burung cacing (semua jenis dari famili Pittidae)
139 Plegadis falcinellus Ibis hitam, Roko-roko
140 Polyplectron malacense Merak kerdil
141 Probosciger aterrimus Kakatua raja, Kakatua hitam
142 Psaltria exilis Glatik kecil, Glatik gunung
143 Pseudibis davisoni Ibis hitam punggung putih
144 Psittrichas fulgidus Kasturi raja, Betet besar
145 Ptilonorhynchidae Burung namdur, Burung dewata
146 Rhipidura euryura Burung kipas perut putih, Kipas gunung
147 Rhipidura javanica Burung kipas
148 Rhipidura phoenicura Burung kipas ekor merah
149 Satchyris grammiceps Burung tepus dada putih
150 Satchyris melanothorax Burung tepus pipi perak
151 Sterna zimmermanni Dara laut berjambul
152 Sternidae Burung dara laut (semua jenis dari famili Sternidae)
153 Sturnus melanopterus Jalak putih, Kaleng putih
154 Sula abbotti Gangsa batu aboti
155 Sula dactylatra Gangsa batu muka biru
156 Sula leucogaster Gangsa batu
157 Sula sula Gangsa batu kaki merah
158 Tanygnathus sumatranus Nuri Sulawesi
159 Threskiornis aethiopicus Ibis putih, Platuk besi
160 Trichoglossus ornatus Kasturi Sulawesi
161 Tringa guttifer Trinil tutul
162 Trogonidae Kasumba, Suruku, Burung luntur
163 Vanellus macropterus Trulek ekor putih
III. REPTILIA (Melata)
164 Batagur baska Tuntong
165 Caretta caretta Penyu tempayan
166 Carettochelys insculpta Kura-kura Irian
167 Chelodina novaeguineae Kura Irian leher panjang
168 Chelonia mydas Penyu hijau
169 Chitra indica Labi-labi besar
170 Chlamydosaurus kingii Soa payung
171 Chondropython viridis Sanca hijau
172 Crocodylus novaeguineae Buaya air tawar Irian
173 Crocodylus porosus Buaya muara
174 Crocodylus siamensis Buaya siam
175 Dermochelys coriacea Penyu belimbing
176 Elseya novaeguineae Kura Irian leher pendek
177 Eretmochelys imbricata Penyu sisik
178 Gonychephalus dilophus Bunglon sisir
179 Hydrasaurus amboinensis Soa-soa, Biawak Ambon, Biawak pohon
180 Lepidochelys olivacea Penyu ridel
181 Natator depressa Penyu pipih
182 Orlitia borneensis Kura-kura gading
183 Python molurus Sanca bodo
184 Phyton timorensis Sanca Timor
185 Tiliqua gigas Kadal Panan
186 Tomistoma schlegelii Senyulong, Buaya sapit
187 Varanus borneensis Biawak Kalimantan
188 Varanus gouldi Biawak coklat
189 Varanus indicus Biawak Maluku
190 Varanus komodoensis Biawak komodo, Ora
191 Varanus nebulosus Biawak abu-abu
192 Varanus prasinus Biawak hijau
193 Varanus timorensis Biawak Timor
194 Varanus togianus Biawak Togian
IV. INSECTA (Serangga)
195 Cethosia myrina Kupu bidadari
196 Ornithoptera chimaera Kupu sayap burung peri
197 Ornithoptera goliath Kupu sayap burung goliat
198 Ornithoptera paradisea Kupu sayap burung surga
199 Ornithoptera priamus Kupu sayap priamus
200 Ornithoptera rotschldi Kupu burung rotsil
201 Ornithoptera tithonus Kupu burung titon
202 Trogonotera brookiana Kupu trogon
203 Troides amphrysus Kupu raja
204 Troides andromanche Kupu raja
205 Troides criton Kupu raja
206 Troides haliphron Kupu raja
207 Troides helena Kupu raja
208 Troides hypolitus Kupu raja
209 Troides meoris Kupu raja
210 Troides miranda Kupu raja
211 Troides plato Kupu raja
212 Troides rhadamantus Kupu raja
213 Troides riedeli Kupu raja
214 Troides vandepolli Kupu raja
V. PISCES (Ikan)
215 Homaloptera gymnogaster Selusur Maninjau
216 Latimeria chalumnae Ikan raja laut
217 Notopterus spp. Belida Jawa, Lopis Jawa (semua jenis dari genus Notopterus)
218 Pritis spp. Pari Sentani, Hiu Sentani (semua jenis dari genus Pritis)
219 Puntius microps Wader goa
220 Scleropages formasus Peyang malaya, Tangkelasa
221 Scleropages jardini Arowana Irian, Peyang Irian, Kaloso
VI. ANTHOZOA (kelas hewan tak bertulang belakang)
222 Anthiphates spp. Akar bahar, Koral hitam (semua jenis dari genus Anthiphates)
VII. BIVALVIA (kelas dalam moluska mencakup kerang-kerangan)
223 Birgus latro Ketam kelapa
224 Cassis cornuta Kepala kambing
225 Charonia tritonis Triton terompet
226 Hippopus hippopus Kima tapak kuda, Kima kuku beruang
227 Hippopus porcellanus Kima Cina
228 Nautilus popillius Nautilus berongga
229 Tachipleus gigas Ketam tapak kuda
230 Tridacna crocea Kima kunia, Lubang
231 Tridacna derasa Kima selatan
232 Tridacna gigas Kima raksasa
233 Tridacna maxima Kima kecil
234 Tridacna squamosa Kima sisik, Kima seruling
235 Trochus niloticus Troka, Susur bundar
236 Turbo marmoratus Batu laga, Siput hijau
CUAP CUAP
BERLANGGANAN ARTIKEL
DAPATKAN ARTIKEL SECARA GRATIS LANGSUNG KE EMAIL ANDA. MASUKKAN EMAIL ANDA PADA FORM DIBAWAH INI














