http://static.inilah.com/data/berita/foto/1708222.jpg


Mulai dari bakteri yang mampu bertahan hidup dalam batu hingga mikroba yang mampu menahan panas, dingin dan radiasi luar biasa, kehidupan bisa memiliki bentuk ekstrim.

Makhluk-makhluk ini seolah mengatakan ia tak hanya mampu hidup di Bumi juga di di bagian lain di alam semesta. Berikut beberapa contoh makhluk mengangumkan yang disebut Extremophile.
Organisme ini ditemukan pada 2010 di sebuah gua di gurun Atacama, Chile. Organisme ini mampu bertahan hidup dalam kondisi air yang sangat sedikit. Meski hidup di bagian terkering Bumi, mikroba ini tumbuh di atas jaring laba-laba untuk mengkapitalisasi embun.
Spesies ini merupakan spesies yang mampu bertahan hidup di lingkungan yang memiliki panas ekstrim. Genus Aquifex bakteri ini bisa ditemukan di sumber air panas di Yellowstone National Park yang memiliki suhu 96 derajat Celsius.
Mikroba ini mampu bertahan hidup dengan energi yang sangat sedikit. Bahkan, hingga kini, reaksi kimia yang digunakan mikroba ini dianggap tak bisa digunakan mempertahankan kehidupan.
Organisme ini ditemukan di dekat ventilasi hydrothermal laut dalam tempat air super panas keluar dari kerak Bumi dekat Papua Nugini. Menambahkan penggunaan energi yang sangat hemat pada mikroba ini, mikroba ini mampu bertahan pada suhu ekstrim yang tak bisa ditahan makhluk lain.
Mikroorganisme tahan garam ini mampu menahan konsentrasi garam yang bisa mengeringkan kebanyakan kehidupan. Misalnya, bakteri Halobacterium Halobium. Bakteri ini mampu hidup di lingkungan yang memiliki kadar garam 10 kali air laut.
Mikroba ini ditemukan di es, gletser, dan air laut dalam di kutub. Mikroba ini mampu menahan suhu dingin serendah minus 15 derajat Celsius. Fungi dan algae ini sebagian besar berisi enzim yang beradaptasi pada suhu rendah. Mikroba ini ditemukan di laut Antartika dan Arktik dan di bawah lepisa es Siberia.
Spesies ekstrim ini membuktikan mantel mereka mampu menahan jumlah radiasi yang intens. Bakteri inibisa bertahan dari 15 ribu dosis abu-abu radiasi. Seperti diketahui, dosis 10 abu-abu radiasi bisa membunuh manusia.
Nyatanya, spesies ini juga bisa bertahan hidup di kondisi ekstrim lainnya. Termasuk dingin, dehidrasi, ruang hampa dan asam. Guinness Book of World Records memasukkan bakteri ini sebagai bakteri terkuat dunia.
Organisme ini mampu hidup di dalam batu atau tempat lain yang dianggap tak bisa menjadi tempat hidup, seperti di pori-pori yang ada di butir mineral. Spesies ini ditemukan tiga km di bawah permukaan Bumi dan banyak diantaranya hidup di tempat yang lebih dalam.
Air sangat sulit dicari di kedalaman ini namun beberapa hasil studi menyatakan, organisme ini makan dari besi, potasium, atau belerang disekitarnya. Selain itu, organisme ini juga dikenal tahan pada angin dan radiasi matahari.
Makhluk yang baru saja ditemukan ini termasuk dalam spesies yang tak terdeskripsikan dari genus Spinoloricus. Makhluk ini memiliki organel khusus yang membuatnya bisa bertahan tanpa oksigen. [mdr]


BACA JUGA ARTIKEL TERKAIT LAINNYA DIBAWAH INI :



Poskan Komentar