Belum lama ini musibah kembali melanda bumi ini. Sepertinya baru kemarin kita mendengar bencana Tsunami di Aceh, namun bencana ini kembali datang, dan melanda Jepang dengan kekuatan gempa mencapai 8,9 Skala Richter. Tsunami di Jepang ini menewaskan lebih dari 2.000 ribu jiwa, dan berhasil meluluh lantahkan kota Jepang.

Namun masalah dan bencana di Jepang tidak hanya Tsunami, sekarang Jepang juga harus menghadapi masalah baru, yaitu Ancaman Radiasi Nuklir. Ancaman itu datang dari empat reaktor nuklir di instalasi Dai-ichi, Prefektur Fukushima, dan dengan tingkatan radiasi yang tinggi tentu saja dapat merusak kesehatan manusia. Akibat dari ancaman ini, pemerintah Jepang telah meminta masyarakat setempat untuk mengungsikan diri dalam radius 20km dari pusat reactor, dan meminta warga yang berada di dekat zona aman untuk tidak keluar rumah dan menutup semua ventilasi.

Di Indonesia sendiri rencana akan dibangunnya PLTN oleh pemerintah, mendapat reaksi yang cukup keras dari sebagian kalangan masyarakat, ya..ada yang pro dan kontra. Kalau yang pro tentu saja melihat dari sisi manfaat atas dibangunnya PLTN, yaitu dapat menyediakan energy listrik dengan biaya murah, namun tentu saja kita tidak bisa lepas dari resiko yang mungkin akan disebabkan timbulnya bahaya apabila terjadi kecelakaan atau rusaknya pembangkit seperti yang terjadi di Jepang.

Menurut Prof. Dr. Zaki Su’ud dari Kelompok Keahlian Nuklir dan Biofisika ITB, serta Dr. Irwan Meilano dari Kelompok Keahlian Geodesi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB yang membahas masalah ini dalam konferensi pers di ITB 15 Maret 2011 lalu. Irwan mengungkapkan perbedaan wilayah geografis Jepang dan Indonesia. Menurutnya, tak ada lokasi di Jepang yang tak rawan gempa sementara Indonesia masih punya wilayah berpotensi gempa rendah. Dengan demikian, PLTN masih bisa dikembangkan.

Terlepas dari pro dan kontra akan rencana pembangunan PLTN di Indonesia, terbesit dalam pikiran saya, apa sih sebenarnya bahaya yang akan ditimbulkan oleh radiasi ini bagi kesehatan manusia. Dampak radiasi pun bermacam-macam, ada yang bisa dirasakan seketika dan ada yang baru muncul dalam jangka panjang.

1. Rambut

Efek paparan radioaktif membuat rambut akan menghilang dengan cepat bila terkena radiasi di 200 Rems atau lebih. Rems merupakan satuan dari kekuatan radioaktif.

2. Otak

Sel-sel otak tidak akan rusak secara langsung kecuali terkena radiasi berkekuatan 5000 Rems atau lebih. Seperti halnya jantung, radiasi membunuh sel-sel saraf dan pembuluh darah dan dapat menyebabkan kejang dan kematian mendadak.

3. Kelenjar Gondok

Kelenjar tiroid sangat rentan terhadap yodium radioaktif. Dalam jumlah tertentu, yodium radioaktif dapat menghancurkan sebagian atau seluruh bagian teroid.

4. Sistim Peredaran Darah

Ketika seseorang terkena radiasi sekitar 100 Rems, jumlah limfosit darah akan berkurang, sehingga korban lebih rentan terhadap infeksi. Gejala awal mirip seperti penyakit flu. Menurut data saat terjadi ledakan Nagasaki dan Hiroshima, menunjukan gejala dapat bertahan selama sepuluh tahun dan mungkin memiliki risiko jangka panjang seperti leukimia dan limfoma.

5. Jantung

Jika seseorang terkena radiasi berkekuatan 1000 sampai 5000 Rems akan mengakibatkan kerusakan langsung pada pembuluh darah dan dapat menyebabkan gagal jantung dan kematian mendadak.

6. Saluran Pencernaan

Radiasi dengan kekuatan 200 Rems akan menyebabkan kerusakan pada lapisan saluran usus dan dapat menyebabkan mual, muntah dan diare berdarah.

7. Saluran Reproduksi

Radiasi akan merusak saluran reproduksi cukup dengan kekuatan di bawah 200 Rems. Dalam jangka panjang, korban radiasi akan mengalami kemandulan.



BACA JUGA ARTIKEL TERKAIT LAINNYA DIBAWAH INI :



Poskan Komentar