1. Berjabatan tangan

Berjabat Tangan

Berjabat Tangan

Berjabatan tangan saat menyapa atau saat melakukan persetujuan telah dipraktekkan sejak abad kedua. Melakukan gestur tangan seperti ini menunjukkan bahwa tangan tanpa memegang senjata dan menyimbolkan kesportifan, kesetaraan, dan kepercayaan. Berjabat tangan menggunakan tangan kanan menunjukkan persetujuan dalam melakukan penawaran namun jika menggunakan tangan kiri maka menunjukkan pembatalan dalam melakukan penawaran. Selama bertahun-tahun Presiden Amerika Serikat, Theodore Roosevelt memegang rekor dunia paling banyak melakukan jabatan tangan. Pada tanggal 1 Januari 1970, Presiden Roosevelt telah berjabatan tangan sebanyak 8513 tangan saat mengadakan suatu acara di Gedung Putih. Namun, rekor ini dipecahkan oleh Gubernur negara bagian New Jersey, Joseph Lazaron yang berjabatan tangan sebanyak 11.000 tangan dalam satu hari.

2. Jari berbentuk V

Jari Berbentuk V

Jari Berbentuk V

Dua jari berbentuk V sekarang ini merupakan salah satu gestur tangan yang cukup terkenal. Bagi orang Amerika, gestur ini diperkenalkan oleh Presiden Richard Nixon dan Winston Churchill untuk mewakili kata victory (kemenangan). Churchill mengganti gesture jari berbentuk v yang tadinya telapak tangan menghadap ke dalam menjadi menghadap ke dalam untuk menghindari makna berkonotasi buruk di Inggris. Pada tahun 1960an, simbol jari berbentuk v ini berarti damai. Sampai sekarang simbol ini dikenal dengan makna yang demikian.

Gestur ini pertama kali digunakan menurut sejarah yakni pada saat pemanah bangsa Inggris mengadakan turnamen memanah di Agincourt tahun 1415. Pada saat itu, pemanah prancis mengancam akan memotong kedua jari (telunjuk dan jari manis) pemanah Inggris jika mereka kalah. Namun, ternyata kenyataan berkata lain, pemanah Inggris menang dan mengangkat kedua jari telunjuk dan jari manisnya ke udara untuk menunjukkan bahwa jari mereka akan baik-baik saja.

3. Mengacungkan jempol keatas

Mengacungkan Jempol Keatas

Mengacungkan Jempol Keatas

Gestur dengan mengacungkan jempol keatas atau kebawah dikatakan berasal dari kontes gladiator pada jaman Romawi kuno yang menunjukkan apakah si gladiator pantas untuk hidup atau mati dengan menunjukkan jempol keatas atau kebawah oleh para penonton. Teori lain mengatakan bahwa, gestur ini berasal dari pepatah Inggris ‘Here’s my thumb on it!’ (Ini ibu jari saya disana) yang menunjukkan persetujuan dari penawaran yang diberikan. Gestur ini kemudian berkembang menjadi simbol dari menyetujui sesuatu atau memberikan penghargaan kepada pekerjaan seseorang yang dianggap bagus.

4. Hormat dengan mengangkat keempat jari menyentuh alis

Hormat

Hormat

Hormat kemiliteran seperti ini ditunjukkan secara konvensional menyentuh alis dengan keempat jari secara bersamaan. Prajurit romawi diperkirakan menggunakan gestur ini pertama kali sebagai prosedur dan simbol melindungi mata mereka dari cahaya terang yang keluar dari komandan mereka yang hebat. Para ksatria membuka helmnya dan melakukan gestur ini sebagai indikasi bahwa mereka tidak akan melawan.

5. Menyilangkan jari

Menyilangkan Jari

Menyilangkan Jari

Menyilangkan jari sambil berharap datangnya keberuntungan. Simbol silang yang ditunjukkan oleh jari berarti kesatuan dan kekuatan dan biasanya digunakan untuk mengusir penyihir. Namun gestur ini juga digunakan untuk membatalkan janji atau sumpah, dalam gestur seperti ini jari tengah menimpa jari telunjuk.

6. OK

OK

OK

Gestur membentuk huruf O dengan jari secara tidak langsung juga membentuk huruf K. Teori inilah yang menunjang mengapa gestur ini muncul, namun tentu saja hal ini kemungkinan hanya kebetulan semata. Gestur ini telah dipraktekkan berabad-abad oleh penjual permata dan batu mulia. Mereka melihat batu permata yang diletakkan diantara jari telunjuk yang melingkar ke ibu jari apakah ada goresan di batu tersebut.

7. Suit (shuvit)

Suit (shuvit)Suit (shuvit)

Permainan suit diluar negeri dikenal dengan disebut rock, paper, scissors (batu, kertas, gunting), permainan ini telah dimainkan diseluruh dunia untuk memecahkan permasalahan giliran siapa. Menurut catatan sejarah permainan tradisional ini berasal dari Cina dan terkenal di kalangan saudagar tanah pada Dinasti Han. Namun tidak jelas apakah gestur tangan tersebut dipakai untuk memutuskan sesuatu atau untuk bertaruh.

Di Indonesia sendiri permainan suit digunakan dengan jari telunjuk, kelingking dan jempol. Telunjuk untuk mewakili manusia, kelingking mewakili semut dan jempol mewakili gajah. Setiap jari memiliki kelemahan dan kelebihan. Manusia menang melawan semut tapi kalah dari gajah. Semut menang melawan gajah tapi kalah dengan manusia dan gajah menang melawan manusia namun kalah melawan semut. Dengan peraturan seperti ini dapat diketahui siapa yang menang dan siapa yang kalah.



BACA JUGA ARTIKEL TERKAIT LAINNYA DIBAWAH INI :



Poskan Komentar