1. LABANG MESEM

Labang mesem merupakan pintu utama untuk memasuki keraton Sumenep. Labang Mesem ini memiliki arti “Pintu senyum”, karena Labang yang artinya “pintu”, mesem yang artinya “senyum”. Kalian tahu mengapa pintu ini dinamai Labang mesem?Yah… Karena siapapun yang masuk ke keraton lewat pintu ini mereka pasti disambut dengan senyum ramah dari para prajurit dan dayang di keraton tersebut. Labang mesem yang terdapat di Keraton Sumenep ini dibangun pada tahun 1762. Dan juga… Pintu ini dikenal sebagai pintu yang ukurannya sangat besar dengan asitektur unik dan sederhana yang terdapat pada pintu tersebut. Keraton Sumenep terletak di Kelurahan Pajagalan, Dusun Demala, Kab. Sumenep. Pendiri keraton ini adalah Penemban Sumolo.

2. TAMAN SARE

Masih di tempat yang sama yaitu di Keraton Sumenep. Sekarang kita akan menelusuri objek yang selanjutnya yaitu Taman Sare. Taman sare ini juga didirikan oleh Panemban Sumolo. Taman sare ini digunakan sebagai tempat pemandian para puteri keraton, termasuk juga puteri yang dikenal dengan sebutan potre koning, sebenarnya nama aslinya itu R.A Sarini. Taman Sare ini didirikan pada tahun 1762, sama seperti tahun pendirian Labang Mesem. Banyak orang yang percaya jika kita mencuci muka dengan menggunakan air di Taman itu akan memberikan beberapa khasiat. Taman sare ini memiliki tiga pintu masuk menuju kolamnya; pintu I dipercaya dapat membuat awet muda, dipermudah mendapatkan jodoh dan keturunan. Pintu II dipercaya bisa mendapat karir dan kepangkatan. Pintu III dipercaya untuk meningkatkan iman dan taqwa.

3. GUA KUDUS

Kalian pernah mendengar Gua Kramik?Ya… ini dia nama gua yang sebenarnya… bukan Gua kramik tapi Gua Kudus. Gua Kudus ini ditemukan oleh seorang wanita separoh baya yang mendapat ilham untuk mencari gua ini lewat kembang tidurnya. R.A Imaniah adalah ibu yang menemukan gua ini, nama suaminya R.Aba Edi Rajab, Ibu Imaniah memiliki empat orang laki-laki dan dua orang perempuan. Ibu Imaniah mengaku beliau menerima ilham itu pada tahun 1997.

Dan sejak saat itu, Ibu Imaniah melakukan pencarian selama dua tahun, akhirnya pada tahun 1999 gua ini berhasil ditemukan, namun tidak sepenuhnya gua ini berbentuk gua seperti yang ada di foto di atas, pertama ditemukan gua ini ditimbuni gundukan tanah, namun dengan bantuan penduduk setempat, mereka menggali tanah tersebut yang membutuhkan waktu yang cukup lama, dan jadilah gua seperti itu. Ibu Imaniah mulai bertempat tingal di atas gua itu sejak tahun 2001. Sebenarnya Gua ini didirikan oleh Pangeran Kudus dan Prajurit-prajuritnya sebagai tempat tinggal untuk syiar islam tetapi Pangeran Kudus menfokuskannya sebagai tempat ilmu bela diri untuk mempersiapkan prajuritnya yang akan dikirim ke Demak untuk menghadapi serangan para penjajah.

Gua ini dikenal sebagai gua kramik karena di dasar lantainya itu memang dikramik, Ibu Imaniah melakukan pemasangan kramik itu sendiri, jadi kramik yang ada di Gua itu asalnya bukan dari sananya, tapi dengan modernisasi dari keinginan Ibu Imaniah. Gua ini memiliki enam lantai, di dalmnya juga ada tepat bela diri, kamar-kamar, masjid, cap tangan, berbagai patung yang semuanya memiliki arti tertentu, gua ini juga memiliki jarak yang tak terbatas, diisukan kalau Gua ini bisa tembus ke Demak, Kudus. Gua ini terletak di Kelurahan Toningningan, Desa Kebunan, perbatasan antara Pamolokan dengan Kebunan, Kabupaten Sumenep. Tepat di sebelah barat gua itu, ada makam Pangeran Kudus (Putera tertua dari Sunan Kudus).



BACA JUGA ARTIKEL TERKAIT LAINNYA DIBAWAH INI :



Posting Komentar